Menyumbang "Peti Mati" di Bangkok


Saya melewati sebuah kuil Cina (義德 堂) yang terselip di sisi Wat Hua Lamphong ini setiap hari saat menuju / dari hostel saya di area Samyan, Bangkok. 

Awalnya saya tidak perduli mengapa banyak orang yang berdoa di sisi trotoar jalan, dari pagi, sampai sekitar pukul 11:00 malam. 

Dan heran mengapa altarnya diletakan di pinggir jalan/trotoar sehingga untuk yang sedang berdoa akan terganggu dengan orang yang sedang berjalan, dan begitu juga yang sedang berjalan, harus turun ke jalanan agar tidak melewati orang yang sedang berdoa.

Tapi setelah hostel saya memberi informasi bahwa di kuil / kelenteng ini anda dapat menyumbangkan uang untuk membeli peti mati untuk para orang miskin, saya langsung teringat pada sebuah acara TV yang pernah membahas tentang hal ini.

Bagi  sebagian besar rakyat Thailand yang beragama Budha, hidup berhubungan dengan karma dan kepercayaan umum bahwa jika anda berbuat baik, maka keberuntungan akan datang dan  jika anda berbuat buruk, maka nasib buruk akan datang kepada Anda.

Memberi sumbangan untuk tujuan baik adalah cara untuk menarik keberuntungan kembali untuk diri sendiri dan keluarga dan membawa karma yang baik untuk kehidupan sekarang dan yang akan datang.

Keesok harinya saya masuk ke tempat ini. Di Chinese Ruamkatanyu Foundation Temple, anda dapat menyumbangkan uang dari 20 baht sampai 500 baht atau lebih semampu anda untuk membayar peti mati, kain putih dan acara pemakaman yang layak bagi orang-orang miskin, para tunawisma, korban yang tewas dalam kecelakaan atau dibunuh, dan tidak memiliki kerabat atau keluarga untuk mengklaim mayat ybs.

Begitu banyak orang ingin memberi sumbangan. Walaupun saya tidak mengerti apa-apa, saya ikut mengantri mengikuti barisan saja. Tiba di meja, ada petugas yang memberi 2 buah lembar kertas, yang berwarna pink dan putih.


Walau tulisannya dalam bahasa Thai, tapi petugas yang tahu saya tidak mengerti, menunjukan baris kosong yang dapat diisi dengan nama saya di kertas warna pink. Anda juga bisa menuliskan nama orang lain, misalnya anggota keluarga anda jika akan berdonasi lebih dari 1 kali.

Dan saya menyebutkan jumlah uang yang akan saya berikan, atau tinggal mengeluarkan uang di meja bagi yang tidak bisa berbahasa Thailand sehingga si petugas yang akan menuliskan jumlah uang anda.

Nanti setelah anda mendapat 2 slip kertas tersebut, anda berjalan ke bagian dalam ruangan dan tersedia deretan lem untuk menempelkan kertas pink ke deretan peti mati yang berada di situ.

Setelah itu, kertas tersebut anda tempelkan di salah satu peti mati yang ada sambil berdoa agar arwah mereka mendapat tempat yang layak. Secara teori nama anda juga ikut dibakar di krematorium bersama dengan peti mati tersebut dan nama anda juga dikirim ke surga melalui asap sehingga mereka tahu anda membantu pemakaman seseorang.
Setelah itu jika anda bukan Budhist, anda dapat langsung meninggalkan tempat ini.
Tetapi jika anda Budhist, anda bisa mengambil sekitar 20 batang hio untuk berdoa di altar luar dan menancapkan hio tersebut di sebuah mangkok wadah situ.

Kemudian  slip putih dibakar di wadah yang berbeda sambil berdoa  untuk memberikan penghormatan kepada  para dewa .

Ternyata, saat saya datang kuil tersebut memang sedang dalam tahap renovasi , itu sebabnya mengapa orang-orang berdoa di trotoar jalan. Normalnya , kegiatan ini dilakukan di dalam ruangan yang bersebelahan dengan ruang kita memberi sumbangan itu.
Hanya dibutuhkan waktu kurang dari 15 menit untuk membuat sumbangan. Waktu terbaik untuk pergi adalah malam atau pagi hari, dan kadang-kadang anda akan menemukan bintang film , pelacur, waria, keluarga, pasangan kekasih, anak sekolah datang ke sana juga.

Ini murni adalah tindakan beramal, tanpa memandang anda menganut agama apa, karena membantu sesama manusia adalah salah satu kewajiban kita hidup di dunia ini.

An old Thai proverb says : if you do good you will receive good; if you do evil you will receive evil.

Petunjuk lokasi : ke MRT SamYan, dan kemudian berjalan ke arah pintu Exit 1,  jalan ke kiri dan  sekitar 1-2 menit berjalan.