Life Of P A I

 Terletak di sebuah lembah yang indah , di provisi Mae Hong , Thailand Utara, dekat dengan perbatasan Myanmar , Pai bagaikan sebuah gambaran kartu pos dari masa lalu. Berjarak hanya sekitar 146 km atau 3 jam perjalanan dari Chiang Mai. Tetapi untuk menuju Pai diperlukan sedikit ketahanan stamina karena ada 762 belokan yang harus dilalui sehingga banyak juga yang terkena mabuk darat setelah menempuh jalan yang berliku-liku itu.

Tidak percaya dengan banyaknya belokan yang harus ditempuh ? Silahkan hitung sendiri saja ! :)

Dulu, Pai adalah sebuah kota kecil yang sepi , tetapi sekarang Pai sudah menjadi salah satu magnet bagi para backpackers , hippies , pecinta alam dan pecinta film Thailand !
Ritme hidup terasa berjalan lebih lama di Pai. Banyak yang berencana hanya tinggal selama satu hari dan ternyata karena betah jadi hingga diperpanjang menjadi 1 minggu. Itu karena banyak yang beranggapan bahwa Pai seperti sebuah pulau tropis di pegunungan .


Sebuah tempat “pelarian” yang pas setelah bertualang di area pantai atau di kota besar. Cocok untuk me recharge diri dan mencari tempat relaksasi lain dengan atmosfir yang chill & laid back dengan udara sejuk dan suasana lebih sepi. Kita bisa memilih tinggal di pondok bamboo sederhana di tepi sungai, atau bersantai sambil leyeh-leyeh di hammock sambil melihat pemandangan hijau gunung atau sawah. 
Ada juga yang mengibaratkan Pai seperti Khao San Road , ‘mekahnya’ para backpacker dengan gaya hidup ala hippies, dimana banyak komunitas seni dan musik , khususnya reggae, dan pilihan beragam akomodasi. Oleh karena terletak di kaki gunung banyak juga aktivitas alam yang bisa dilakukan seperti trekking ke air terjun , caving, tubing, ke hot spring dan melihat suku Karen, Hmong, Lisu atau Lahu.



Memang sekilas mirip dengan Ubud dimana terlihat pemandangan sawah membentang, banyak studio yoga, kelas melukis / memasak, banyak seniman dengan gaya dandanan khas, kaum hippies dengan rambut gimbal , fisherman pants dan bertelanjang kaki.

Sedangkan bagi kalangan wisatawan dari Asia dan warga Thailand sendiri, Pai menjadi terkenal karena menjadi lokasi syuting film Thailand romantic ; Pai in Love, Happy Birthday, The Letter: Jod Mai Rak dan Rak Jung serta sebuah film Cina "Lost in Thailand’. 

Kota ini juga dipenuhi dengan orang kreatif sehingga penataan kota dan tempat seperti restaurant atau guest house didesain dengan ‘artsy’ , menarik, cocok untuk berfoto untuk diupload ke Instagram dan disukai para wisatawan. 
Populasi penduduk Pai sendiri hanya sekitar 3000 orang. Walau termasuk kota kecil, tetapi dalam radius sekitar 1km kita akan menemukan sebuah temple, mesjid dan gereja berada di pusat kota. 

Salah satu daya tarik utama di Pai adalah adanya night market yang berada di pusat kota, dimana kita bisa membeli berbagai variasi jenis barang yang dijual seperti pakaian, mainan, kerajinan handmade, kartu pos, cendera mata dan berbagai macam benda unik dengan desain bertulisan “Pai”, atau bergambar “Pai”. Selain itu kita juga bisa mencoba berbagai macam jenis kuliner yang ada. Mulai dari berbagai macam Thai Food, sushi , BBQ, makanan ringan, banana pancake, jus buah dan banyak juga halal food.
Oleh karena pariwisata sedang menggeliat , sekarang kota Pai mulai mengupgrade infrastruktur utamanya termasuk bandara, empat 7-Elevens, beberapa resor mewah, sekitar 350 tempat akomodasi, aneka hiburan malam serta tiga set lampu lalu lintas. Pusat kota telah berubah dengan bertambahnya berbagai macam restoran gaya Barat, toko-toko souvenir, tempat tato, rental motor , travel agent dan yang paling menarik adalah night market untuk berburu kuliner serta barang-barang unik. 

Efek negative dari meledaknya bisnis pariwisata dengan ribuan wisatawan adalah di saat high season dari November sampai Maret timbul beberapa masalah seperti adanya kemacetan lalu lintas, kekurangan listrik, air, dan bensin. Pada saat peak season yaitu Desember – Januari banyak wisatawan dari Bangkok memenuhi Pai hingga membuat semua kamar fully booked, sehingga ada yang sampai harus menyewa tenda. 

Harga sewa kamar atau beds di hostel disini tergolong murah, dari mulai 100b kita bisa tidur di dorms dengan wifi. Resort mewah pun sudah banyak bermunculan untuk menjaring wisatawan berkantong tebal yang umumnya dari daratan China.

Untuk yang akan berlibur ke Pai, ada banyak pilihan aktivitas yang dapat dilakukan di sini, anda bisa mengeksplor Pai dengan menyewa sepeda atau motor, atau bisa juga dengan mengikuti tour harian (mulai dari 500B) yang banyak ditawarkan travel agen local. Harganya bervariasi dengan berbagai macam pilihan tempat tour. Yang paling sering didatangi adalah :
  • Love Strawberry @Pai : cafĂ© dengan berbagai hiasan berbentuk strawberi , lucu untuk foto-foto 
  • Coffee in Love : terkenal karena dipakai tempat shooting film, banyak dekorasi dan ornament unik juga 
  • Pai Canyon: Tempat untuk melihat sunset yang indah 
  • The Memorial Bridge: Jembatan besi yang dibangun oleh Jepang selama Perang Dunia II 
  • Chinese Village: Sebuah tempat ala perkampungan di Cina 
  • Air Terjun Pam Bok dan Mae Ya 
  • Chedi Phra That Mae Yen , Temple of the Hill : anda harus mendaki dahulu 353 anak tangga untuk dapat menikmati keindahan lembah dari atas dimana ada sebuah Budha patung Buddha putih raksasa di puncaknya 
  • Tha Pai Hot Springs : untuk berendam di air panas 
  • Tubing atau Rafting di sungai 
  • Naik gajah di Elephant Camp 
  • Caving di Tham Lod 
  • Thai boxing 
  • Memberi makan ikan piranha 
  • Dan lain lain 

Cara termudah untuk menuju Pai dari Chiang Mai ialah memakai van (200B) yang dapat dipesan dari berbagai ho(s)tel atau travel agent, dimana nanti kita akan langsung dijemput di ho(s)tel. Atau bisa juga kita pergi ke dari stasiun arcade bus Chiang Mai dimana ada Van service “Aviabooking” dengan jadwal keberangkatan per jam dari pukul 06.30 hingga 17.30 setiap harinya.

Lihat foto-foto Pai lain di sini
Lihat foto-foto Pai  Night Market lain di sini