Wat Saket / Golden Mount

Wat Saket Ratcha Wora Maha Wihan, atau dikenal juga sebagai Golden Mount atau 'Phu Khao Thong', adalah sebuah temple / wat dengan chedi / stupa berbentuk lonceng setinggi 58 meter berwarna kuning keemasan dan berisi peninggalan relic sang Buddha pemberian Negara India.

Tercatat sudah ada sejak era Ayutthaya tahuin 1600, tetapi dahulu namanya adalah Wat Sakae , dan kemudian di renovasi atas perintah Raja Rama I di sekitar akhir tahun 1800. Pada saat pemerintahan Raja Rama III temple ini runtuh karena tanah lunak di bawah tidak dapat menahan beban mendukungnya . Kemudian Raja Rama IV membangun Chedi kecil di puncaknya, dan dilanjutkan oleh Raja Rama V hingga akhirnya di tahun 1940 di bangun tembok untuk mencegah bukit agar tidak erosi.

Dibangun diatas bukit buatan manusia, di lantai dasar ada kapel utama, aula pentahbisan , community centre, sekolah dan perpustakaan.

Sebelum memulai naik tangga, kita akan menemukan sebuah kuburan yang dibangun di dasar Golden Mount. Kemudian ada taman kecil dengan air terjun , gemericik air dan bunyi denting lonceng digabung dengan rimbunnya pepohonan dan tanaman merambat serta adanya asap dari kipas angin yang mengepul seperti embun tipis membuat suasana menjadi sedikit khusuk .

Tetapi ada sedikit sejarah spooky disini , karena dahulu pada akhir abad ke-18 , Wat Saket adalah sebuah tempat kremasi dan tempat pembuangan mayat untuk sekitar 60.000 korban wabah dan ada sebagain anggota tubuh mayat tersebut menjadi makanan para burung nasar yang terbang di area situ. 
Wat Saket umumnya tidak dianggap sebagai temple penting dan tidak seramai temple terkenal lainnya seperti Wat Phra Keaw , Wat Po atau Wat Arun. Sebagian besar pengunjung datang hanya untuk melihat Golden Mount dan melihat pemandangan indah Bangkok. Tetapi tetap pengunjung diminta untuk menghormati tempat ibadah dengan tidak mengenakan pakaian yang tidak sopan atau terlalu terbuka.

Untuk mencapai ke atas, kita harus menaiki 318 anak tangga terdahulu yang dibuat melingkar spiral seperti ular. Anak tangganya tidak terlalu tinggi, sehingga terkadang kita bisa langsung melangkahi 2 -3 anak tangga sekaligus. Dibutuhkan hanya 10 sampai 15 menit untuk mencapai ke atas.
Mendekati puncak, kita akan disambut oleh deretan lonceng yang dapat dibunyikan untuk keberuntungan, dan ada gong besar yang harus dibunyikan 3 kali sambil mengucapkan harapan atau ‘make a wish’.

Ada juga beberapa bangku untuk beristirahat sebentar sambil menikmati semilir angin. Ada coffee shop mungil jika anda merasa kehausan dan ingin duduk-duduk sebentar .

Pada jamannya, Wat Saket adalah titik tertinggi di Bangkok sebelum ada bangunan pencakar langit di sekitar abad 20.

Paling cocok datang ke sini adalah menjelang sore dimana matahari tidak terlalu panas menyengat, dan nantinya kita dapat menikmati pemandangan sunset yang spektakuler, tanpa harus membayar mahal seperti di rooftop café atau hotel bintang lima.
Setelah sampai ke atas ada ruangan dan altar untuk bersembahyang, memberi sumbangan bunga, lilin, atau dupa. Kemudian kita bisa naik melalui tangga kecil untuk menuju ke lantai teratas dimana Golden Mount berada.
Rasa capai menaiki anak tangga akan terbayarkan karena kita akan disambut panorama 360 derajat dari distrik tua Bangkok termasuk Rattanakosin Island, Grand Palace dan Wat Arun . Pemandangan dari atas sangat mengagumkan karena kita bisa melihat dengan jelas kota Bangkok dengan berbagai macam bangunan mulai dari bangunan pencakar langit, hotel mewah, rumah sederhana, tempat ibadah, saling mengisi kota dengan julukan "City of Angels" ini. Terkadang terdengar bunyi gong berdentam, kerincing bel dan doa yang diucapkan para monk dari bawah. Sungguh suatu moment yang tidak dapat dilupakan.

Yang menarik, disini disediakan wifi gratis sehingga kita bisa langsung mengakses internet atau mengupload foto kita selagi berada disana. Untuk para fotografer, jangan lewatkan datang ke sini karena tidak seramai temple lainnya, dan banyak spot-spot yang menarik untuk diabadikan.

Temple ini merupakan situs ziarah suci selama bulan November dan akan ada acara penting ‘temple fair’ yang berlangsung selama 9 hari di sekitar bulan purnama atau festival Loy Krathong dimana ada upacara menyembah peninggalan Buddha .

Selama periode ini, chedi emas akan dibungkus kain besar berwarna merah terang, seperti jubah para monk,  dan ada prosesi indah penyalaan lilin hingga ke atas Golden Mount.

Temple akan berhias dengan banyak lentera warna-warni, bendera, dan sepanjang jalan menuju Wat Saket serta di dalam kompleks temple juga ada banyak stand penjual makanan serta permainan ketangkasan , pertunjukan teater, sirkus hewan dan wahana bermainan anak. ( lihat fotonya di sini )

Warga Bangkok akan datang sekalian untuk bersembahyang , memberi donasi, bisa berupa uang, keperluan beribadah atau jubah baru pada para monk dan menikmati aneka kuliner serta hiburan yang ada.


Cara menuju ke sana ;
  • Paling gampang adalah taxi.
  • Tetapi bisa juga memakai perahu speed boat Khlong Saen Saeb dari area sekitar Pratunam, MBK, Bobae Tower, sehingga tidak terkena macet dan murah. Nanti tinggal turun dan berjalan kaki sekitar 5 menit.
Wat Saket
http://www.watsaket.com/gallery
Jam buka: 09:00 – 17:00
Tiket masuk ; 20b
Lokasi : Antar Boriphat Road dan Lan Luang Road